Minuman Energi Digemari Anak Muda, Dokter Ingatkan Risiko Stroke Mengintai
Konsumsi minuman energi yang kian populer di kalangan usia muda ternyata menyimpan risiko serius, karena dalam sejumlah kasus dapat memicu gangguan kesehatan berat hingga berujung stroke.
Minuman energi semakin akrab dengan kehidupan generasi muda, terutama untuk menjaga stamina saat beraktivitas padat, begadang, atau bekerja lembur. Namun, di balik efek âsegar instanâ tersebut, para dokter mengingatkan adanya bahaya kesehatan yang kerap tidak disadari, salah satunya risiko stroke di usia produktif.
Dokter menilai kandungan kafein tinggi, gula berlebih, serta zat stimulan lain dalam minuman energi dapat memicu lonjakan tekanan darah dan gangguan irama jantung. Jika dikonsumsi berlebihan atau dikombinasikan dengan kurang tidur, stres, serta kebiasaan merokok, risikonya menjadi semakin besar.
Dalam sejumlah kasus, konsumsi minuman energi secara rutin pada usia muda dikaitkan dengan kejadian stroke, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko tersembunyi seperti hipertensi, kelainan pembuluh darah, atau riwayat penyakit jantung yang belum terdeteksi.
Para ahli menekankan bahwa stroke tidak lagi identik dengan usia lanjut. Pola hidup tidak sehat, termasuk konsumsi minuman tinggi stimulan, membuat risiko stroke kini bergeser ke kelompok usia lebih muda.
Dokter juga mengingatkan bahwa efek minuman energi sering kali bersifat sementara dan menutupi sinyal kelelahan tubuh. Ketika tubuh terus dipaksa bekerja tanpa pemulihan yang cukup, beban pada sistem kardiovaskular meningkat dan dapat berujung pada kondisi darurat medis.
Masyarakat, khususnya generasi muda, disarankan untuk membatasi konsumsi minuman energi, memperhatikan asupan kafein harian, serta memilih cara yang lebih aman untuk menjaga stamina, seperti tidur cukup, hidrasi yang baik, dan pola makan seimbang.
Kesadaran sejak dini menjadi kunci agar gaya hidup modern tidak berujung pada risiko kesehatan serius di kemudian hari.





